Selasa, 30 April 2013

Nikmatnya jadi FreeLancer

freelancer-enggaktau.com


Enggaktau.com - Freelance adalah  suatu kondisi status yang tanpa ikatan, jadi seorang freelancer adalah mereka yang mengikatkan diri pada kemampuan mereka sendiri dan tidak mempunyai ikatan dengan instansi manapun (cornerstudio)
atau juga Freelancer bisa di artikan sebagai  pekerjaan yang di impakan semua orang. karena sebagai Freelancer kita lah yang menjadi BOS untuk diri kita sendiri. dengan bekerja sebagai Freelancer kita bebas menentukan waktu kapan kita bekerja dan berlibur, tidak ada ikatan dengan, dan bebas. namun tentunya bekerja sebagai Freelancer bukan berarti harus bersantai sepanjang waktu. seorang Freelancer juga di tuntut untuk menyelesaikan pekerjaannya tepat waktunya. sehingga tentunya harus ada target kapan pekerjaan yang di berikan kepadanya selesai.
seorang Freelancer haruslah memiliki skill yang mungkin bisa di katakan di atas rata-rata. dengan pandangan seorang Frelancer harus memiliki skil yang bisa meyakinkan costumernya memilih dia sebagai pemegang pekerjaannya bukan Freelancer lain. tentunya ini membutuhkan pengalaman dan latihan yang banyak untuk menjadi seorang Freelancer yang di percaya dan handal. 
Freelancer bisa bekerja di berbagai bidang pekerjaan. misalnya yang paling banyak ialah di bidang Multimedia. mulai dari membuat desai kartu nama, poster film, situs web, logo perusahaan maupun institusi, serta berbagai macam mock-up
dikutip dari cornerstudio, (30/04/13) ada beberapa Hal yang perlu di siapkan dan Hal yang perlu di sadari apabila ingin menjadi seorang Freelancer : 


APA YANG PERLU DIPERSIAPKAN FREELANCER
Sama seperti status pekerjaan lain, freelance juga membutuhkan persiapan dan kemampuan dari sang freelancer. Karena berhadapan langsung dengan peluang “hidup-mati”, hal-hal yang menjadi syarat freelance melebihi syarat karyawan tetap, termasuk sisi psikologi. Hal-hal tersebut adalah:
-->
  1. Miliki Skill lebih. Jelas ini merupakan tuntutan yang tak bisa dibantah lagi bagi seorang freelancer. Skill lebih ini tidak hanya meliputi kemampuan tehnis, melainkan daya fleksibilitas. Seorang freelancer pada dasarnya menjadi marketing diri sendiri, maka tidak boleh memiliki kemampuan yang kaku, susah untuk berubah mengikuti tuntutan pasar. Kemampuan lain yang harus dimiliki seorang freelancer adalah kepiawaian membaca peluang pasar.
  2. Miliki perangkat. Perangkat atau peralatan sendiri adalah satu hal yang tidak bisa dilepaskan seorang freelancer. Berbeda dengan mereka yang menjadi karyawan tetap yang semua kebutuhan peralatannya disediakan kantor (sebagai invetaris kantor), seorang freelancer harus memenuhi sendiri kebutuhannya akan peralatan.
  3. Miliki mental juara. Persiapan mental bagi seorang freelancer adalah mutlak. Kehidupan freelancer berbeda sekali dengan kehidupan seorang karyawan tetap. Freelance memiliki pasang-surut. Memiliki lebih banyak perjuangan dan kesusahan. Karena itu bila mental tidak dipersiapkan akan menimbulkan frustasi dan kekalahan.
  4. Miliki kepandaian mengatur keuangan. Dikarenakan pendapatan yang tidak pasti, seorang freelancer dituntut memiliki kepiawaian mengelola keuangannya. Dia harus mampu memilih waktu kapan membelanjakan uang, bagaimana mengalokasikan royalty atau pendapatan.

YANG HARUS DISADARI FREELANCER
Ketika memilih status sebagai freelance, seorang freelancer harus menyadari beberapa hal, yang mungkin belum/tidak terlihat saat belum sepenuhnya memasuki dunia freelance. Hal-hal ini seharusnya disadari di depan agar bisa mempersiapkan diri dan bukannya baru disadari di tengah perjalanan.
  1. Tidak semua penerbit jujur. Seorang yang memutuskan menjadi freelance media cetak biasanya akan berbinar dengan buku-buku yang dipajang ditoko, ketika membaca alamat lengkap penerbit buku tersebut (terutama bila berada satu kota dengannya), atau bila menemukan list alamat penerbit yang begitu banyak. Perlu disadari, tidak semua penerbit itu jujur. Banyak penerbit yang bersikap tidak jujur pada penulisnya, atau bahkan penerbit fiktif. Penerbit yang masuk jaringan penerbit besar pun tidak dijamin kejujurannya. Siapa tahu buku yang sedang dipajang di toko buku adalah naskah hasil menipu/memanipulasi karya seorang penulis, hanya saja kasusnya tidak terekspos.
  2. Hukum tak tertulis. Etika dalam dunia freelance sangatlah penting, karena dasar dari berkembangnya freelancer adalah kepercayaan. Contoh dari penerapan etika ini adalah jangan pernah menggandakan naskah untuk dua penerbit berbeda. Harus disadari dalam dunia freelancer ada hukum tak tertulis yang menjadi kiamat bagi seorang freelancer apabila merusak hubungan dengan penerbit, yakni diterapkannya mekanisme blacklist. Blacklist adalah surat kematian bagi seorang freelancer.
  3. Ada peluang bisnis. Sebagaimana bisnis-bisnis yang lain, dalam dunia freelance terdapat juga peluang bisnis baru yang terkait didalamnya, lengkap dengan aura jegal-menjegal dan saling tikam. Produk dari seorang freelance adalah gagasan, yang dimaterikan dalam bentuk cetakan. Gagasan ini bagaimanapun, bisa dibajak oleh pihak lain dengan sangat mudah, apakah oleh  editor yang nakal, atau oleh intern dari freelancer sendiri.