Jumat, 14 Juni 2013

Jangan Jadi "Ahli Sejarah" Dalam Urusan Cinta

jangan-jadi-ahli-sejarah


Enggaktau.com - Ahli sejarah ? emang ini pelajaran IPS bung! bukan, karena sebenarnya yang bakal kita bahas disini yaitu "ahli sejarah" yang lain. yaitu ahli sejarah dalam urusan percintaan. 

jadi gini, mungkin kamu (entah itu cowo atau cewe yang baca ini) pernah ngalamin pacaran sama orang yang hobbinya itu ngebahas - ngebahas masa lalu kamu. mulai dari hal - hal kecil sampai hal -hal yang sebenernya itu urusan pribadi kamu banget. Pastinya kamu ngerasa terganggu secara tidak langsung dong, dengan sikap si Doi yang kayak gitu. 

"kamu harus saling mengerti pasangan kamu, sejarah yang gak baik, seharusnya jadi motivasi buat kamu biar gak terulang lagi, dan menjadi lebih baik."


misal pada suatu hari si Doi lagi jalan sama kamu kesebuah tempat rekreasi,  terus pas lagi asik-asiknya ngobrol si Doi  nanyain tuh tentang mantan - mantan kamu yang "seabrek", Kata si Doi "hey beb, dulu kamu jadian sama si Rani gimana sih?" "trus kamu nembaknya dimana ?" ya pokoknya pertanyaan - pertanyaan yang gak penting gitu lah buat di jawab. otomatis kan kamu disitu gak enak banget kan posisinya, bayangin aja, lagi enak - enak liburan, eh di suguhin pertanyaan-pertanyaan yang harus maksa kamu buat nginget-nginget masa lalu kamu. masalahnya adalah, ketika kamu salah dalam memilih kata untuk menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh si Doi. bisa aja kan kalo si Doi ngambek gara-gara kamu salah jawab, padahal maksud kamu itu baik, pengen ngejawab pertanyaan Doi, Tapi malah salah paham dan kamu yang di salahin. 

sebagai cowo atau cewe yang mengerti pasangan kamu, harusnya sih bisa saling ngejaga perasaan masing masing ya, karena kan setiap orang punya masa lalu, dan gak semua masa lalu itu baik, dan gak semuanya buruk, jadi kamu harus imbang, dan pintar-pintar dalam menjaga perasaan pasangan kamu. menjadi "ahli sejarah" itu boleh, asal kamu tau aja porsi dari si "ahli sejarah" itu, gak harus nanya semua yang berhubungan dengan mantan-mantannya, atau bahkan ke masalah pribadinya. kamu harus bisa, menggunakan kata-kata yang gak bikin Si doi jadi ngerasa tersudut atau ngerasa gak enak buat ngejawab pertanyaan-pertanyaan semacam itu. (messy/gps)
-->