Sabtu, 03 Agustus 2013

Orangtua, Anak-anak, dan Media Jejaring Sosial

dampak-negative-media-sosial


Enggaktau.com - dengan adanya Media Jejaring Sosial seperti Facebook dan Twitter yang sekarang sedang merajalela di hampir seluruh masyarakat dunia, tentunya menimbulkan dampak Positiv dan Dampak Negatif nya bagi para penggunanya. 

Pengguna Media Jejaring sosial, yang kebanyakan adalah Remaja dan Anak-anak, ternyata menimbulkan dampak Negatif yang nyata. seharusnya Media Sosial, di gunakan oleh Orang yang sudah berumur 17 tahun keatas. namun pada kenyataannya, banyak anak-anak di bawah 17 tahun yang sudah menggunakan Media Sosial, dan memalsukan tanggal dan tahun lahir mereka demi bisa ikut menggunakan Media sosial. 

lalu untuk apa peraturan yang mengharuskan pengguna media sosial harus berumur 17+. menurut #ETc orang yang sudah berumur 17+ di anggap mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk bagi dirinya, serta sudah menyadari dari akibat apa-apa yang dia lakukan di media jejaring Sosial. sehingga di harapkan, pengguna media jejaring sosial ini akan berdampak positiv bagi pengguna.

 nah apa dampak negative yang terjadi kalau yang menggunakan media jejaring sosial ini adalah anak -anak yang masih di bawah 17+. anak -anak yang masih bersekolah dasar, dan sekolah menengah. atau bisa di katakan anak-anak yang masih labil dan belum paham dengan apa yang dia lakukan? mulai dari memposting status galau, menggunakan kata-kata yang tidak sopan di statusnya, ataupun saling coment dengan temannya menggunakan kata-kata yang mencaci maki, bahkan memposting foto-foto kenakalan mereka sendiri. anak-anak tersebut jadi di sibukkan dengan meng-update status tiap harinya, berangkat sekolah update status, dimarahi guru update status, membolospun update status. alih-alih bersekolah untuk belajar, di dalam kelas mereka membicarakan game yang sedang mereka mainkan di facebook, dan tidak memperhatikan guru yang sedang mengajar. dan juga bahaya p*rnografi yang sangat banyak di media jejaraing sosial, terutama facebook. anak-anak akan sangat mudah terkena virus p*rnografi melalui postingan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dengan memposting foto-foto yang v*lgar dan tidak sen*noh. 

tentunya ini akan secara langsung mempengaruhi tumbuh kembang si anak. yang nantinya, media jejaring sosial ini, akan mencetak generasi yang mudah galau, dan labil. sehingga untuk meminimalisir dampak negative media jejaring sosial ini, sudah seharusnya orang tua turun tangan langsung dengan membatasi aktivitas anak di media sosial. atau bahkan orangtua ikut belajar dan membuat media jejaring sosial, dengan tujuan memantau aktivitas anaknya di media jejaring sosial. tentunya dengan hal tersebut, orang tua akan lebih mudah untuk mengetahui apa saja yang anaknya lakukan dan mencegah anaknya untuk tidak melakukan hal-hal yang di larang. karena menurut #ETc, anak-anak yang berani memposting foto-foto yang dilarang, itu karena di media jejaring sosialnya tidak ada orang tuanya, sehingga si anak merasa aman, dan tidak takut di marahi orangtuanya ketika dia melakukan hal tersebut. jadi orang tua juga harus ikut memantau kegiatan anaknya di manapun itu, baik di rumah atau di media jejaring sosial, dengan memberikan pengertian -pengertian apa yang boleh dan tidak boleh di lakukan di media jejaring sosial.